Suatu kali, si Bawel datang ke dokter untuk memeriksakan sakitnya. “Buka mulutnya dan coba julurkan lidahnya,” kata dokter sambil mengamati lidah si Bawel. “Oh, ini sakit flu dan panas dalam. Lidahnya putih sekali,” kata sang dokter selanjutnya.

“Lalu obatnya apa dok?” tanya si Bawel sambil menelan ludah.

“Jangan yang pahit dan yang mahal ya dok?” pintanya sambil duduk di hadapan dokter.

“Loh, kalau mau yang manis dan yang murah bukan obat namanya, tetapi permen. Kalau mau sembuh harus berani minum obat pahit dan berani bayar mahal, okey?” jawab dokter serius tapi dengan nada humor.

Saudara, salah satu cara untuk mengetahui sakit phisik adalah dengan mendeteksi kondisi lidah. Demikian pula dengan sakit rohani. Salah satu cara jitu untuk mendeteksinya adalah dengan mengamati penggunaan lidah dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang dihasilkan oleh lidah seseorang dapat mencerminkan kesehatan rohaninya: bagaimana hubungannya dengan Tuhan dan dampaknya terhadap sesame manusia.
· Lidah yang pedas membangkitkan amarah dan pertengkaran.
· Lidah yang pahit menyebabkan kebencian dan dendam.
· Lidah yang kasar mematahkan semangat hidup.
· Lidah yang kejam mencekik dan mematikan.
· Lidah yang sadis menyayat bagaikan pisau yang tajam.
· Lidah yang kotor merendahkan martabat dan menjatuhkan.
· Lidah yang berdusta menyesatkan dan membinasakan.
TETAPI,
· Lidah yang ramah menyejukan hati dan memberikan kenyamanan.
· Lidah yang benar akan meluruskan jalan yang bengkok.
· Lidah yang lembut menghilangkan beban yang berat.
· Lidah yang manis membalut luka dan menyembuhkan kesakitan.
· Lidah yang jujur memberikan rasa aman dan kedamaian.
· Lidah yang penuh sukacita membuat hari menjadi cerah dan ceria.
· Lidah yang penuh kasih membawa berkat dan kebahagiaan.

Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa sebagai orang Kristen seharusnya lidah kita diperbarui untuk memuji Tuhan dan menghasilkan berkat bagi orang lain, ibarat sumber air yang manis. Dia menuliskan Firman Tuhan,”Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku tidak boleh demikian terjadi,” (Yakobus 3:10). Artinya, bila lidah saudara masih mengeluarkan ‘racun atau kutuk’, itu tandanya saudara sedang sakit rohani. Sebab itu, mintalah Tuhan menyembuhkan penyakitmu!

Write a comment:

*

Your email address will not be published.