Ucok berusia 7 tahun. Dia suka ke Sekolah Minggu untuk mendengarkan cerita tentang Tuhan Yesus. Sehari sesudah hari Natal, hari kelahiran Tuhan Yesus, di gerejanya di San Francisco ada perayaan khusus dengan memainkan drama Natal. Pendeta di gereja itu tampak panik sambil mencari ke sana sini. Pasalnya? “Bayi Yesus” yang berbentuk boneka yang diletakkan di palungan untuk drama Natal tiba-tiba menghilang.

Paduan suara yang sedang latihan ditanya satu persatu, tetapi tidak ada yang melihat “bayi Yesus” tersebut. Padahal sebentar lagi acara segera akan dimulai. Ketika pak pendeta keluar ruangan ibadah, dilihatnya si Ucok sedang bermain kereta berwarna merah yang ditarik dengan tali. Di dalam kereta merah yang berbentuk gerbong kereta api itu dilihatnya “bayi Yesus” yang dicari-carinya. Lalu didatanginya si Ucok dan bertanya, “Hai sahabat kecilku yang baik hati, dari mana kau dapatkan penumpangmu?”

“Oh, aku mendapatkan Dia di dalam palungan di gereja”, jawab Ucok sambil tersenyum kepada pak pendeta.

“Dan kenapa kau mengambilNya?” tanya pendeta selanjutnya.

“Begini pak pendeta, kira-kira seminggu sebelum hari Natal, saya berdoa kepada Tuhan Yesus yang mungil, dan saya berkata kepadaNya bila Dia mau memberikan aku sebuah kereta merah sebagai hadiah Natalku, aku akan mengajakNya naik kereta berkeliling di sekitar gereja ini”, jawab si Ucok tanpa rasa salah dan wajahnya penuh dengan sukacita.

Saudara, ilustrasi lucu ini mengajarkan kita bahwa iman Ucok yang masih kecil itu sungguh polos dan tulus. Selain itu janjiNya kepada Tuhan Yesus sungguh ditepatinya dengan baik. Iman yang dimilikinya adalah iman yang penuh komitmen dan rela membayar harga.

Permisi tanya, sudah berapa banyak permohonan doa Saudara yang dijawab Tuhan selama ini? Ada berapa banyak ucapan syukur dengan perbuatan nyata yang Saudara berikan kepada Tuhan? Selain itu, ada berapa janji dan tekad yang Saudara ucapkan kepada Tuhan, tetapi belum dilaksanakan dengan baik? Kedatangan Kristus kedua kali ke dunia ini akan menjadi Hakim Agung bagi seluruh umat manusia. Rasul Paulus menuliskan Firman Tuhan, Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Mari, sebelum Kristus datang kembali, atau sebelum Saudara dipanggilNya pulang, lakukanlah sesuatu yang nyata demi Kerajaan Allah yang kekal. Kabarkan Injil Kristus dan lakukan perbuatan yang baik untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Lihat: Matius 22:37-39.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Write a comment:

*

Your email address will not be published.