Burung yang diciptakan Tuhan memberikan kita pelajaran yang berharga. Coba perhatikan burung ynag memasuki fase bertelur dan menyiapkan telur-telur itu menetas menjari anak burung. Sang induk pasti tampak tekun dan rajin terbang ke sana sini, mengumpulkan ranting dan rerumputan untuk membentuk sarang burung. Dengan setia dan teliti, ia mencari bahan-bahan yang tepat. Tidak jarang, ia terbang ke tempat yang jauh untuk mendapatkan bahan sarangnya, agar sang anak yang akan lahir nanti, bisa merasakan kenyamanan dan siap bertumbuh besar.

Saat sarangnya hampir selesai atau sudah selesai, seringkali ada berbagai tantangan dan persoalan. Misalnya: hujan atau angin yang merusak sarangnya, atau ada manusia jahil atau hewan nakal yang menghancurkan sarangnya, yang sudah dibangun dengna cinta kasih, usaha, ketekunan, dan kesabaran. Pertanyaannya, apa reaksi sang induk ketika sarangnya rusak dan hancur? Apakah semangatnya juga ikut hancur, lalu hanya menangis sedih, dan menyerah?

Jawabannya: Tidak!! Sang induk burung akan mulai lagi membangun sarang dari awal. Dia tidak pernah menyerah kepada keadaan buruk yang menimpanya.Tetapi, ia akan terbang lagi, tidak mengeluj dan tidak berhenti untuk mengumpulkan ranting dan rerumputan, membangun sarang hingga selesai. Sambil bernyanyi, dia terus bekerja, berharap dan beriman bahwa telur itu akan menetas menjadi anak burung yang lucu dan memberikan sukacita dan bahagia kepadanya.

Apakah saudara merasakan hal yang sama dalam kehidupan ini? Ketika pekerjaan, keluarga, atau aspek lainnya tidak seperti yang saudara impikan? Rasanya hidup ini penuh dengan kekecewaan, kesusahan, dan kesedihan? Apakah saudara lalu berkarta: “Cukup sudah, tak ada gunanya lagi berusaha dan beriman! Aku lelah dan mau menyerah saja!”

Belajarlah dari burung yang tabah, selalu bernyanyi, dan yakin pasti akan melihat berkat Tuhan yang nyata. Tidak peduli seberapa banyak rintangan yang harus dihadapi, janganlah pernah kehilangan iman, harap dan semangat yang baru. Percayalah, Yesus Kristus yang sudah menang dan bangkit dari kematian akan memberkatimu. Sebab kebangkitan Kristus adalah fondasi iman yang memberikan kebahagiaan yang sejati. Jangan mengulangi kasus Tomas, murid yang ragu, pesimis, dan cepat menyerah. Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29). Saudara ingin berbahagia? Percayalah dan akuilah Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhanmu dan Allahmu!

Write a comment:

*

Your email address will not be published.