Suatu kali, ada seorang wanita muda yang masih ‘single’ pindah ke sebuah perumahan. Dia dapatkan bahwa tetangganya adalah seorang janda miskin dengan dua orang anak yang masih kecil.

Setelah tinggal di sana sebulan, suatu malam, tiba-tiba listrik dari PLN dipadamkan. Wahh…wanita muda yang sedang makan malam waktu itu, terpaksa harus menyalakan lilin untuk menerangi ruang makannya.
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu. Dia segera menuju ke pintu dan membukanya. Rupanya salah satu anak dari tetangganya yang mengetuk pintu. Dengan sopan dan perlahan, si anak bertanya, “Tante, apakah tante punya lilin?” Suaranya sedikit bergetar dan bernada kuatir.

Si wanita ‘single’ itu berpikir dalam hatinya, “Keluarga mereka miskin amat, masakan lilin saja enggak punya. Saya tidak akan berikan lilin saya! Nanti jadi kebiasaan, bisa minta barang yang lain!” Lalu dia menjawab dengan suara membentak, “Tidak ada!”

Si wanita itu akan menutup pintunya. Tetapi, segera anak itu mengeluarkan dua batang lilin dari kantongnya. Lalu dengan tersenyum ramah, anak itu berkata, “Nah, saya tahu tante tidak ada lilin. Saya dan ibu kuatir tante tinggal sendirian dan kegelapan. Ini, saya bawakan dua batang lilin, agar tante tidak kegelapan dan bisa melihat jelas!” Suaranya ramah sambil menyerahkan dua batang lilin ke tangan si wanita muda itu.

Wouw…si wanita itu merasa sangat bersalah. Lalu, anak itu dipeluknya. “Oh…terima kasih!” katanya dengan suara serak. “Rupanya anak kecil ini memiliki hati yang sangat besar. Cinta kasihnya sungguh amat besar!” kata si wanita itu dalam hatinya, terharu sekali!

Cerita ilustrasi ini mengajarkan kita dua hal: Pertama, janganlah memiliki hati yang curiga dan negatif, khususnya kepada mereka yang Saudara anggap ‘lebih rendah’ atau ‘yang berlainan’ dengan Saudara. Tetapi, hargailah setiap manusia tanpa diskriminasi apa pun. Sebab semua manusia adalah ciptaan Allah yang mulia dan berharga, sesuai dengan gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26). Kedua, setiap manusia yang berdosa hidup dalam ‘kegelapan’, dan sedang menuju ke arah kebinasaan (Wahyu 21:8). Sebab itu, kita wajib menceritakan Injil keselamatan kepada mereka yang belum mengenal Kristus (Markus 16:15-16). Tuhan Yesus Kristus berkata, “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Lukas 15:10). Permisi tanya, sebagai seorang yang sudah diselamatkan Kristus, maukah Saudara mulai bercerita tentang Kristus kepada sesamamu dan mengasihi mereka? (bacalah: 1 Yohanes 4:20-21).

Write a comment:

*

Your email address will not be published.