Menurut studi pengalaman yang non-saintifik, sebagian orang percaya bahwa sifat manusia itu bisa dikenal dari caranya menggunakan bantal ketika tidur. Ada beberapa kategori menurut artikel yang dikirimkan oleh seorang teman dari Jakarta, Indonesia. Katanya, orang yang suka:

1) Memeluk bantal – berjiwa seni: menghargai musik, lukisan, buku dan seni lainnya. Romantis dan perasaannya halus. Suka menolong sesama.
2) Menggunakan banyak bantal – peragu, sulit membuat keputusan tanpa ide orang lain. Butuh banyak pendamping. Sulit/ ragu menolong sesama.
3) Tidur dengan satu bantal – polos, menerima keadaan seadanya. Lebih rasionil, kurang perasaan. Berpikir panjang kalau mau menolong sesama.
4) Meletakkan bantal di bawah kaki – mempunyai sifat kurang baik. Kaku dalam pergaulan, sedikit teman, dan cenderung egois. Suka ambil jalan pintas dan kurang usaha. Pelit dan tak pernah menolong sesama.
5) Tidur tanpa bantal – memiliki percaya diri yang sangat tinggi, hingga cenderng sombong dan egosentris. Sangat jarang menolong sesama.
6) Tidak punya bantal (kasihan L) – perlu dikasihani atau suka kasihan diri. Jangan kan menolongsesama, pikirkan diri sendiri pun tidak sempat.
7) Mencari/ ketemu bantal orang lain – orang yang tidak mau rugi J Biasanya hanya menuntut dan mengharapkan bantuan orang lain.
8) Tidur sambil gigit bantal (kelaparan? atau aneh? J) – orang yang suka menyendiri dan menghayal. Menolong sesama pun dalam khayalan saja.
9) Tidur sambil lempar bantal – (kesurupan setan? J) – mungkin karena sering nonton film horor. Kuatir kekurangan bila menolong orang lain.
10) Tidur dengan wajah di dalam bantal (bisa mati konyol, nggak bisa nafas L) – pemalu dan pendiam. Bila tak didorong, tidak bisa menolong.

Sebenarnya, perbuatan baik untuk menolong sesama manusia, tidak ada kaitannya dengan cara memakai bantal, atau sifat pembawaan lahir. Setiap orang Kristen yang sudah ditebus oleh Yesus Kristus, pasti diubahNya menjadi “ciptaan baru” (lihat: II Korintus 5:17). Kristus akan memampukan setiap orang percaya untuk mengasihi sesama, mengabarkan Injil keselamatan, dan berbuat baik demi KerajaanNya dan KemuliaanNya. Alkitab berkata, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10).
Permisi tanya, apakah Saudara adalah seorang Kristen yang asli? Bila ya, jadilah saksi Kristus yang tidak jemu-jemu berbuat baik, dan tidak lalai memberitakan Injil keselamatanNya (Galatia 6:9; Markus 16:15-16).

Write a comment:

*

Your email address will not be published.