Menjelang Tahun Baru Imlek, seorang teman mengirimkan saya cerita lucu untuk memeriahkan kegembiraaan di tahun baru. Alkisah pada zaman dahulu, hiduplah seorang Tionghoa yang kaya raya. Marganya Tjoan [artinya: Beruntung], dan namanya: Ka Liaw [artinya: Semua]. Jadi nama lengkapnya adalah Tjoan Ka Liau yang berarti: Beruntung Semua-muanya.
               Harta kekayaannya diperkirakan tidak akan habis dimakan 10 keturunan. Tetapi sayang, akibat ”salah pilih”, akhirnya pada keturunan yang ke enam, seluruh harta kekayaannya ludes. Silsilah tragis sebagai berikut:
               Tjoan Ka Liau memiliki putra yang diberi nama Tjoan Tje Tiaw [artinya: Untung Sejuta]. Tjoan Tje Tiaw memiliki putra yang diberi nama Tjoan Tje Ban [artinya: Untung Sepuluh Ribu]. Tjoan Tje Ban memiliki putra yang diberi nama Tjoan Tje Tjeng [artinya: Untung Seribu]. Tjoan Tje Tjeng memiliki putra yang diberi nama Tjoan Tje Pek [artinya: Untung Seratus]. Tjoan Tje Pek hanya memiliki seorang putri yang diberi nama Tjoan Tje Tun [artinya: Untung Seperak]. Tjoan Tje Tun memilih seorang jodoh dari keluarga marga Bo [artinya: Tidak], dan melahirkan anak pertama yang diberi nama: Bo Tjoan [artinya: Tidak Untung]. Di sinilah letak kebangkrutan total dari keluarga marga Tjoan, yang sejak keturunan pertama sudah semakin menurun penghasilannya.
               Apalagi generasi ke-6 ini melahirkan banyak anak-anak dengan nama: Bo Kang Tau [artinya: Tidak ada Bisnis], Bo Huat [artinya: Tidak Berdaya], Bo Lui [Tidak ada Uang, alias Bo Kek], Bo Ceng Li [Tidak Ada Aturan], Bo Ciak [Tidak Makan], Bo Tak [Gundul], Bo Ong [Dusta], dan Bo Long [Berlubang]. Hahaha…haiya…kok jadi nama Indonesia.
               Saudara, ini hanyalah cerita humor permainan kata-kata yang mengajak kita tertawa terpingkel-pingkel, dengan tujuan agar kita belajar meregangkan otot, urat, dan otak yang sudah lelah bekerja sepanjang hari. Orang yang tidak memiliki rasa humor, hidupnya kaku dan rapuh. Artinya, cepat putus, patah, atau hancur. Sebaliknya, orang yang suka humor biasanya fleksibel alias lentur. Tidak gampang putus atau patah. Hidupnya lebih sehat, sebab otaknya, ototnya, uratnya, jiwanya, dan hatinya tidak tegang, tetapi rileks, penuh gairah, dan kegembiraan. Alkitab berkata, ”Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 15:13; 17:22). Sebab itu, belajarlah memiliki rasa humor, tetapi haruslah humor yang sehat dan bersih. Hindarilah humor yang jorok, porno, dan yang tidak sehat. Karena hal itu tidak benar dan tidak memuliakan nama Bapa di sorga (baca juga: I Korintus 10:31; Filipi 4:4).
Write a comment:

*

Your email address will not be published.