Seorang teman di Jakarta mengirimkan cerita humor tentang orang yang salah meminta kepada Tuhan dalam doanya.

Si Ucok berdoa,”Ya, Tuhan. Jadikan aku orang yang hanya duduk diam saja, tetapi uang bisa mendatangiku! Amin.” Klinggg! Satu tahun kemudidanm doanya terkabul. Si Ucok menjadi penjaga WC umum di terminal bis antar kota.

Si Udin berdoa,”Ya Tuhan, jadikan aku orang yang mampu memerintah orang-orang kaya. Jadikan aku hambaMu yang bisa mengatur mereka dengan leluasa dan penuh kuasa! Amin.” Klinggg! Dua tahun kemudian doanya terkabul. Si Udin menjadi tukang parker di depan sebuah restoran mewah.

Si Umar berdoa,” Ya, Tuhan, ajdikan aku orang yang berwibawa, tatapan mataku disegani, dan setiap orang yang bertemu denganku mereka merasa sungkan! Amin.” Klinggg! Tiga tahun kemudian doanya terkabul. Si Umar menjadi seorang ‘debt collector’ (penagih hutang) yang disegani orang.

Si Ujang berdoa,”Ya Tuhan, jadikan aku hambaMu yang memiliki banyak pengikut. Kemana pun hamba melangkah, pengikutku selalu setia mentaatiku! Amin.” Klinggg! Empat tahun kemudian doanya terkabul. Si Ujang menjadi seorang pengangon bebek di lading mertuanya.

Dari cerita humor di atas kita melihat ada satu kesamaan dalam permintaan doa mereka, yaitu motivasi dan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi. Hati-hatilah bila berdoa kepada Tuhan. Janganlah memiliki sikap, motivasi, tujuan dan cara yang salah. Doa yang benar itu tidak boleh ada unsur kepentingan diri, keserahkaan, keluhan, kebencian, sakit hati, kemarahan, ketidak-puasan, kepahitan, tuduhan kepada Allah bahwa Allah itu tidak adil, atau tidak baik, tidak peduli, bosan, atau ada unsure-unsur negatif lainnya.

Rasul Yakobus berkata,” Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b). Perhatikan istilah ‘orang yang benar’ dalam di atas berarti ‘orang yang sudah dibenarkan’ oleh Kristus dalam anugrah dan iman yang dikaruniakanNya. Yaitu orang yang sungguh-sungguh menerima Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya, dan yang hidup sesuai dengan FirmanNya. Selain itu, istilah ‘orang yang benar’ juga berarti orang yang memiliki ‘motivasi, tujuan, dan sikap hati yang benar’. Yaitu yang berdoa dengan pengakuan dosa, rendah hati, tulus hati, meminta sesuai dengan kebutuhan, penuh iman, dan mengucapkan syukur. Bagaimana dengan doa saudara selama ini? Cobalah berdoa dengan benar, maka saudara akan mengalami kuasa dan kasih Allah yang ajaib. Cobalah!

Write a comment:

*

Your email address will not be published.