Si Dodol yang Atheis ngotot mengatakan bahwa alam semesta ini terjadi sebagai suatu kebetulan saja. Dan manusia adalah hasil evolusi dari monyet dalam proses jutaan tahun lamanya. Temannya, Si Doel mencoba meyakinkannya soal Allah Pencipta yang Maha Kuasa dan Maha Bijak.

Lalu, si Dodol memberikan ilustrasi. “Saya yakin bila kau mendudukkan 1 juta ekor monyet di depan 1 juta mesin ketik, selama 1 juta tahun, maka secara kebetulan, salah satu monyet akan menghasilkan sebuah novel terkenal seperti Hamlet”, kata Dodol kepada Doel dengan senyum sinis.

“Hei, Dodol, itu tidak logis, tahu?” sahut Doel. “Pertama, monyet tak akan hidup 1 juta tahun. Kedua, coba jawab jujur, ketika kau membaca novel Hamlet, pernahkah kau berpikir bahwa itu adalah hasil karya kebetulan dari seekor monyet sejuta tahun lalu?” tanya Doel sambil tertawa.

“Iya, saya tidak pernah seperti itu”, jawab Dodol ikut tertawa.

“Nah, ketika kau melihat alam semesta yang jutaan kali lipat lebih hebat dari novel Hamlet, kenapa kau berpikir itu sebuah kebetulan saja?”

Saudara, Atheis yang keras kepala dan keras hati, memakai teori kebetulan untuk melarikan diri dari pemikiran yang sehat. Tidak heran, Peter Kreef mengatakan, “Dalam hal ini kita lebih membutuhkan penjelasan psikologis tentang atheis, daripada penjelasan logis tentang alam semesta”.

Coba bayangkan, matahari yang terbit dan terbenam tepat pada waktunya, adalah kebetulan? Binatang yang besar-besar tidak bersayap, kebetulan? Musim berganti musim begitu teratur dan indah, kebetulan? Manusia memiliki konsep agama, moral, rasional, mental, dan relasional, kebetulan? Bintang-bintang yang tergantung tanpa tali dan berkedip di malam hari, kebetulan? Hati nurani yang bisa berbicara di dalam kita, adalah kebetulan? Dunia tumbuhan dan dunia binatang yang begitu beragam, indah, dan teratur, kebetulan? Hanya planet bumi yang dihuni manusia, ada atmosfir dan daya tarik bumi, kebetulan? Oohh, jikalau ada begitu banyak kebetulan, pastilah betul bukan? Betul, bahwa ada Pribadi Allah yang Maha Kuasa, Maha Bijak, Maha Baik, dan Maha Kasih. Siapakah Dia? Kita dapat mengenalNya melalui Pribadi Yesus Kristus yang sudah bangkit dari kematian, mengalahkan kuasa maut, kuasa dosa, dan kuasa iblis. Alkitab berkata, “Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Alah, tetapi Anak Tunggal Allah [yaitu Yesus Kristus] yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya” (Yohanes 1:18).  Saudara tidak pernah melihat Allah? Tidak mengapa. Sebab percaya itu tidak membutuhkan bukti. Tuhan Yesus berkata, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29b). Sejarah Yesus Kristus cukup menjadi fondasi iman kita.

Write a comment:

*

Your email address will not be published.